Review Novel International Bestseller
Vegetarian
karya Han Kang (Terjemahan)
Judul :
Vegetarian
Penulis :
Han Kang
Penerjemah : Dwita Rizki
Penyunting : Anton Kurnia
Pemeriksa Aksara: Aniesah Hasan S
Penata Isi : Aniza Pujiati
Perancang Sampul: Wirastuti- TEKPBUKU
Penerbit : PT Bentara Aksara Cahaya (baca)
ISBN :
978-602-6486-07-3
Cetakan
ke-II Mei 2017
222
hlm
Buku
ini merupakan salah satu isi box dari @thisbookislit (ig)
Novel laris
ini mengisahkan jalinan ceritayang kuat, mencekam, sekaligus indah meski
menyiratkan kepedihan.
Kim Yeong
Hye, seorang perempuan biasa, berubah perilakunya setelah menjadi vegetarian
gara-gara diganggu mimpi buruk berkepanjangan. Obsesi menjadi vegetarian ini
membuat hubungannya dengan sang suami bermasalah. Namun, obsesi itu berkembang
makin ganjil hingga membuahkan beragam kisah mencekam dalam buku ini dan
berujung pada peristiwa-peristiwa tak terduga.
Lewat novel
ini Han Kang menampilkan dirinya sebagai salah satu pengarang terdepan Asia,
bahkan dunia, saat ini. Buku ini memang amat layak meraih Man
BookerInternational Priz, penghargaan internasional bergengsi.
“salah satu
dari 10 buku terbaik yang terbit pada 2016.” ─ The New York Times Book Review
“Buku terbaik
tahun ini.” ─ The Economist
“Pengalaman
membaca yang luar biasa.” ─ The Guardian
“Istimewa...
Novel yang tak terlupakan.” ─ Publisher Weekly
“Novel ini
adalah gabungan indah antara kekerasan dan kepolosan.” ─ British Council
Literature
Vegetarian
menceritakan tentang seorang wanita yang biasa-biasa saja yang hidup dalam
keluarga yang tergolong doyang makan daging (bahkan anak perempuan mereka
pandai menggunakan pisau daging), tiba-tiba berubah menjadi seorang vegetarian
dalam sekali malam akibat mimpi buruk. Mimpi buruk Yong Hye datang terus-menerus
dan menceritakan hal-hal seram dan mengerikan, seperti bajunya yang berlumuran
darah atau giginya yang lengket. Yong Hye kemudian membuang semua olahan daging
di rumahnya dan hanya memakan sayuran.
Keanehan Yong Hye ini perlahan membuat suaminya risih dan
kejanggalan-kejanggalan lain mulai terlihat dalam diri Yong Hye. Perdebatan
antar keluarga besar berujung terbaringnya Yong Hye di rumah sakit membuat
semuanya terguncang, termasuk kakak perempuannya, In Hye dan suaminya.
Di
sini Han Kang menyajikan kisah Vegetarian dalam tiga plot berbeda. Plot pertama
di beri judul “Vegetarian”
yang diambil dari sudut pandang Jung,
suami Yong Hye yang menceritakan keganjilan istrinya. Plot kedua diambil dari
sudut pandang suami In Hye, dengan judul “Tanda Lahir Kebiruan”
atau yang lebih dikenal dengan judul “The
Mongolian Mark”. Aku nggak tahu maksud dari judul The Mongolian Mark, tapi setelah bergugel ria itu sepertinya
tentang tanda lahir kebiruan yang ditemukan di bokong bayi ras Mongolia,
sepertinya sih sudah dijelaskan juga di buku hehe. Plot ini menurutku yang
paling panjang dan susah dipahami untuk pembaca seumuranku hehe. Ini memang
novel dewasa sih. Eits! Tapi jangan berpikiran kotor dulu, di sini Han Kang
menceritakan kegiatan suami In Hye dengan indah dan penuh bunga-bunga. Lalu
plot terakhir berjudul “Pohon
Kembang Api” yang diambil dari sudut
pandang In Hye. Di sini, diceritakan kehidupan In Hye yang kacau sebagai dampak
dari vegetariannya Yong Hye. Serta perubahan perilaku adiknya yang semakin
extream. In Hye dikarakterkan sebagai perempuan yang kuat dan mandiri,
sayangnya dia terlalu menyimpan masalahnya sendiri sehingga dikawatirkan dia
bisa meledak sewaktu-waktu.
Salah
satu adegan yang paling kusuka adalah saat Yong Hye berada di kolam air mancur
rumah sakit. Sedikit kejam dan mengerikan sih, tapi penulis mampu membuat
cerita itu menggantung dan membuat ngilu pembaca. Sisi psikologis dalam buku
ini menurutku yang paling menonjol. Aku pribadi berpikiran bahwa mereka semua
gila, maksudku mereka memiliki keguncangan jiwa sendiri-sendiri yang memiliki
kadar yang berbeda, yang pertama In Hye, lalu suaminya, kemudian yang paling
parah adalah Yong Hye. Lucunya, aku justru tidak menemukan tentang vegetarian
di buku ini. Entah itu tentang pola hidup, kesehatan, ataupun yang lainnya.
Tapi justru vegetarian adalah judul yang paling cocok untuk buku ini. Aneh kan?
Makanya baca sendiri wkwkwk
“Di dalam
mimpi... itu seolah segalanya. Tapi, kamu tahu ternyata itu bukan segalanya
setelah terbangun kan?” hlm 220.
Mimpi adalah sumber masalah di buku ini, iyakan Yong
Hye?
Oh ya, bagi yang masih belasan tahun mending jangan
dulu baca buku ini. Banyak adegan yang tidak enak dibaca untuk seusia kalian,
aku saja pusing hahaha. Tapi untuk penggemar buku bertema psikologis,
Vagetarian sangat sangat bagus dan cocok dibaca hihi
Rate? Beneran nih saya disuruh rate buku pemenang Man
Booker International Prize?


Komentar
Posting Komentar